colourful of my life

Kemiskinan Di Kalsel

Pada september 2011 Jumlah penduduk miskin Kalimantan Selatan mengalami kenaikan sebanyak 3.988 orang. Penduduk miskin keadaan September 2011 tercatat sebanyak 198.611 orang (5,35 %). Pada periode Maret 2011 – September 2011, persentase penduduk di perkotaan menurun, sebaliknya di perdesaan mengalami kenaikan. Indeks kedalaman kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mengalami kenaikan. Pada Maret 2011 Indeks kedalaman kemiskinan (P1) 0,81 dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) 0,20. Sedangkan September 2011, Indeks kedalaman kemiskinan (P1) 0,83 dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) 0,22. (data BPS)
Yang pasti menjadi pertanyaan pertama dibenak semua orang adalah dari mana angka – angka tersebut. BPS memiliki 2 jenis data kemiskinan yaitu data kemiskinan makro dan data kemiskinan makro data yang tercantum diatas diambil dari data kemiskinan makro untuk lebih memahami lebih dalam pengertian dan perbedaan kedua data tersebut berikut penjelasannya :

Data Makro Kemiskinan
Data makro kemiskinan adalah data yang hanya menunjukkan jumlah agregat. Data ini dihasilkan dengan menggunakan nilai garis kemiskinan, dimana penduduk miskin didefinisikan sebagai penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.Garis kemiskinan dihitung berdasarkan rata-rata pengeluaran makanan dan non makanan per kapita pada kelompok referensi yang telah ditetapkan. Kelompok referensi ini didefinisikan sebagai penduduk kelas marjinal.
Komponen Garis Kemiskinan: GK=GKM+GKNM, dimana GKM adalah Garis Kemiskinan Makanan yaitu nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2100 kilo kalori per kapita per hari. Paket komoditi kebutuhan dasar makanan diwakili oleh 52 jenis komoditi. Sedangkan GKNM adalah Garis Kemiskinan Non Makanan, yaitu kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan. Paket komoditi kebutuhan dasar non-makanan diwakili oleh 51 jenis komoditi di perkotaan dan 47 jenis komoditi di perdesaan.
Data kemiskinan makro ini digunakan sebagai dasar untuk perencanaan, monitoring dan evaluasi pembangunan secara makro yang dapat digunakan antara lain untuk:

  1. Mengetahui jumlah dan persentase penduduk miskin, poverty gap, dan severity index (absolute); dan
  2. Mengetahui ketimpangan/disparitas akses antar golongan masyarakat: urban/rural, kelompok pendapatan Quintile (relative).

Keunggulan data makro kemiskinan adalah dapat digunakan untuk melihat perkembangan jumlah penduduk dengan berbagai karakteristiknya dari waktu ke waktu berikutnya (time series). Dengan demikian, perencanaan penurunan tingkat kemiskinan dapat dikaitkan dengan perencanaan pembangunan dalam bidang lainnya seperti perencanaan tingkat pertumbuhan, investasi dan peningkatan kesempatan kerja.
Kelemahan data makro adalah tidak dapat menunjukkan identitas individu dan keberadaan/alamat mereka, sehingga tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk melaksanakan program-program pembangunan yang bersifat langsung ditujukan kepada masyarakat miskin (targeting), terutama untuk program-program yang ditujukan untuk memenuhi akses terhadap pelayanan dasar (kemiskinan non pendapatan). Untuk tujuan tersebut, dan dalam rangka meningkatkan efektivitas penanggulangan kemiskinan, pada tahun 2005 Pemerintah melengkapi data kemiskinan dengan data mikro kemiskinan.

Data Mikro Kemiskinan
Data mikro kemiskinan diperoleh melalui survey PSE-05 dan diperbaharui melalui PPLS-08, yang dilakukan dengan menggunakan kriteria akses terhadap kebutuhan dasar yang tercermin dalam 16 Kriteria Rumah Tangga Miskin.
Untuk mengetahui intensitas kemiskinan dari Rumah Tangga Sasaran (RTS), RTS dikelompokkan menjadi rumah tangga sangat miskin (RTSM), rumah tangga miskin (RTM) dan rumah tangga hampir miskin/near poor (RTHM). Dasar pengelompokkan tersebut adalah nilai Indeks skor RTS (IRM), yang dihitung dari bobot variabel dan nilai skor variabel terpilih. Dalam kategori diatas, penduduk dalam Rumah Tangga Hampir Miskin (RTHM) dapat diklasifikasikan sebagai penduduk yang berada sedikit diatas garis kemiskinan namun sangat rentan terhadap guncangan ekonomi.

Penggunaan Data Mikro untuk Penerima Bantuan Sosial
Bantuan pada Program-Program Perlindungan Sosial yang masuk dalam Klaster-I seperti Raskin dan jamkesmas diberikan kepada seluruh Rumah Tangga Sasaran (RTS), termasuk Rumah Tangga Hampir Miskin (RTHM), walaupun kategori ini berada diatas garis kemiskinan. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa RTHM sangat rentan terhadap kondisi perekonomian yang dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami perubahan-perubahan yang signifikan. Ini sesuai dengan tujuan dari Program Klaster-I yaitu untuk memberikan perlindungan terhadap seluruh penduduk miskin dan penduduk yang rentan terhadap kemiskinan. Dengan kebijakan tersebut, data penduduk miskin yang digunakan pada program-program Klaster-I adalah Data Mikro Kemiskinan yang sudah dapat menunjukan identitas individu dan keberadaan/alamat mereka. Dengan demikian target sasaran bantuan menjadi jelas. Data yang digunakan tergantung karakteristik bantuan

Strategi Pemerintah dalam Mengurangi Kemiskinan
Strategi besar pemerintah dalam pembangunan nasional adalah dengan menerapkan Four Track Strategy, yaitu: pro growth, pro job, pro poor, dan pro environment. Strategi empat jalur ini ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan (growth with equity) melalui perluasan kesempatan kerja, pengurangan tingkat kemiskinan, dan menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan dengan menekankan pada kelestarian lingkungan. Melalui strategi tersebut diharapkan persoalan kesenjangan juga dapat semakin dikurangi. 4 Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa kantong-kantong kemiskinan masih tetap ada.
Strategi Pemerintah dalam mengurangi kemiskinan ini difokuskan melalui 3 klaster program penanggulangan kemiskinan, yaitu:

1. Klaster Pertama
Terdiri dari kelompok program bantuan dan perlindungan sosial terpadu berbasis keluarga, yang bertujuan untuk melakukan pemenuhan hak dasar, mengurangi beban pengeluaran keluarga miskin, dan perbaikan kualitas hidup keluarga miskin dengan sasaran rumah tangga sangat miskin(RTSM), rumah tangga miskin (RTM) dan rumah tangga hampir miskin (RTHM). Program utamanya adalah Raskin, Jamkesmas, PKH dan Beasiswa Miskin.

2. Klaster Kedua
Merupakan kelompok program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat melalui program PNPM Mandiri yang bertujuan untuk mengembangkan potensi dan memperkuat kapasitas kelompok masyarakat miskin untuk terlibat dalam pembangunan, meningkatkan pendapatan dan taraf hidup masyarakat melalui usaha dan bekerja bersama untuk mencapai keberdayaan dan kemandirian dengan sasaran kelompok masyarakat/kecamatan miskin.

3. Klaster Ketiga
Adalah kelompok program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan usaha ekonomi mikro dan kecil (UMK) yang bertujuan untuk membuka dan memberikan akses permodalan dan penguatan ekonomi bagi pelaku usaha berskala mikro dan kecil dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

4. Klaster Keempat
Adalah Kelompok Program yang tidak tercantum diatas.
(www.bappenas.go.id/get-file-server/node/10491)

Tiga tahun belakangan sejak 2009 sampai dengan 2011 angka kemiskinan dikalsel terus meningkat. Ini menjadi pertanyaan besar dengan banyaknya program pemerintah yang di tujukan untuk pengentasan kemiskinan. Apakah program – program ini gagal? Atau ada faktor eksternal yang mengakibatkan kegagalan ini?. Bila program – program ini gagal dimana kegagalannya. Setelah mengikuti beberapa kali rapat membahas tentang evaluasi program kemiskinan guna mencari cara untuk mengurangi dan menghentikan angka kemiskinan serta melihat data – data yang saya dapatkan melalui internet dan instansi – instansi terkait, saya melihat beberapa kekurangan yang terjadi dalam program – program pemerintah bersangkutan dengan hal ini. Tapi sebelum jauh membahas kesana saya akan membawa anda untuk mengintip beberapa kutipan yang saya baca yang berhubungan dengan kemiskinan di indonesia pada Ikhtisar Era Baru Dalam Pengetasan Kemiskinan Diindonesia yang di terbikan oleh World Bank pada November 2006

“Analisis kemiskinan dan faktor-faktor penentunya di Indonesia, dan juga belajar dari sejarah pengentasan kemiskinan di Indonesia, menunjuk kepada tiga cara untuk mengentaskan kemiskinan. Tiga cara untuk membantu mengangkat diri dari kemiskinan adalah melalui pertumbuhan ekonomi, layanan masyarakat dan pengeluaran pemerintah. Masing-masing cara tersebut menangani minimal satu dari tiga ciri utama kemiskinan di Indonesia, yaitu:
strategi pengentasan kemiskinan yang efektif bagi Indonesia terdiri dari tiga komponen:
Membuat Pertumbuhan Ekonomi Bermanfaat bagi Rakyat Miskin.
Pertumbuhan ekonomi telah dan akan tetap menjadi landasan bagi pengentasan kemiskinan. Pertama, langkah «membuat pertumbuhan bermanfaat bagi rakyat miskin merupakan kunci bagi upaya untuk mengkaitkan masyarakat miskin dengan proses pertumbuhan-baik dalam konteks pedesaan-perkotaan ataupun dalam berbagai pengelompokan berdasarkan daerah dan pulau. Hal ini sangat mendasar dalam menangani aspek perbedaan antar daerah. Kedua, dalam menangani ciri kerentanan kemiskinan yang berkaitan dengan padatnya konsentrasi distribusi pendapatan di Indonesia, apapun yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat akan dapat dengan cepat mengurangi angka kemiskinan serta kerentanan kemiskinan.
Membuat Layanan Sosial Bermanfaat bagi Rakyat Miskin.
Penyediaan layanan sosial bagi rakyat miskinbaik oleh sektor pemerintah ataupun sektor swasta-adalah mutlak dalam penanganan kemiskinan di Indonesia. Pertama, hal itu merupakan kunci dalam menyikapi dimensi non-pendapatan kemiskinan di Indonesia. Indikator pembangunan manusia yang kurang baik, misalnya Angka Kematian Ibu yang tinggi, harus diatasi dengan memperbaiki kualitas layanan yang tersedia untuk masyarakat miskin. Hal ini lebih dari sekedar persoalan yang bekaitan dengan pengeluaran pemerintah, karena berkaitan dengan perbaikan sistem pertanggungjawaban, mekanisme penyediaan layanan, dan bahkan proses kepemerintahan. Kedua, ciri keragaman antar daerah kebanyakan dicerminkan oleh perbedaan dalam akses terhadap layanan, yang pada akhirnya mengakibatkan adanya perbedaan dalam pencapaian indikator pembangunan manusia di berbagai daerah. Dengan demikian, membuat layanan masyarakat bermanfaat bagi rakyat miskin merupakan kunci dalam menangani masalah kemiskinan dalam konteks keragaman antar daerah.
Membuat Pengeluaran Pemerintah Bermanfaat bagi Rakyat Miskin.
Di samping pertumbuhan ekonomi dan layanan sosial, dengan menentukan sasaran pengeluaran untuk rakyat miskin, pemerintah dapat membantu mereka dalam menghadapi kemiskinan (baik dari segi pendapatan maupun non-pendapatan). Pertama, pengeluaran pemerintah dapat digunakan untuk membantu mereka yang rentan terhadap kemiskinan dari segi pendapatan melalui suatu sistem perlindungan sosial modern yang meningkatkan kemampuan mereka sendiri untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi. Kedua, pengeluaran pemerintah dapat digunakan untuk memperbaiki indikator-indikator pembangunan manusia, sehingga dapat mengatasi kemiskinan dari aspek non-pendapatan. Membuat pengeluaran bermanfaat bagi masyarakat miskin sangat menentukan saat ini, terutama mengingat adanya peluang dari sisi fiskal yang ada di Indonesia saat kini.”

“adanya dua jalan penting yang telah diambil oleh rumah tangga untuk keluar dari kemiskinan di Indonesia.
Jalan keluar pertama dari kemiskinan adalah peningkatan produktivitas pertanian. Hal ini bisa terjadi akibat peningkatan produktivitas pada pertanian berskala kecil atau akibat pergeseran ke arah pertanian komersial. Peningkatan produktivitas pertanian sebagai hasil revolusi hijau merupakan salah satu pemicu utama pertumbuhan selama tiga dasawarsa yang bermula pada tahun 1970an. Dewasa ini, harga komoditas dunia yang tinggi telah menopang pertumbuhan output, sedangkan pergeseran tenaga kerja keluar dari sektor pertanian telah menjaga pertumbuhan produktivitas kerja di bidang pertanian. Akibatnya, diagnosa kemiskinan menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan di sektor pertanian tetap menjadi pendorong utama untuk pengurangan kemiskinan. Data panel antara tahun 1993 dan 2000 menunjukkan bahwa 40 persen pekerja pertanian di daerah pedesaan mampu keluar dari jeratan kemiskinan dengan tetap bekerja di sektor pertanian pedesaan.
Jalan keluar kedua dari kemiskinan adalah peningkatan produktivitas non-pertanian, baik di daerah perkotaan maupun di daerah pedesaan yang dikotakan dengan cepat. Dalam hal ini, transisi melalui usaha non-tani pedesaan merupakan batu pijakan penting untuk bergerak keluar dari kemiskinan, baik melalui upaya menghubungkan usaha pedesaan dengan proses pertumbuhan perkotaan, atau lebih penting lagi, dengan memasukkan usaha-usaha di daerah pedesaan pinggir kota ke dalam daerah perkotaan. Antara tahun 1993 dan 2002, pangsa pekerja non-miskin di lapangan kerja non-tani pedesaan mengalami peningkatan sebesar 6,7 poin persentase, menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas non-pertanian di daerah pedesaan merupakan jalan penting untuk keluar dari kemiskinan. Lagi pula, banyak di antara daerah pedesaan tersebut berubah menjadi daerah perkotaan pada akhir jangka waktu tersebut, yang menunjukkan peranan saling melengkapi antara urbanisasi dan peningkatan produktivitas.”

Mengutip pada salah satu artikel dari world bank lainnya yang di muat oleh salah satu blogger :

“Kelemahan kelas menengah di Kalimantan Selatan adalah pedesaan sangat lambat dalam menghasilkan kelas menengah atau hanya 28 persen. Kondisi ini menimbulkan asumsi bahwa pembangunan di wilayah pedesaan masih tertinggal dibandingkan perkotaan. Masih ada yang salah dengan strategi dan kebijakan pembangunan. Sejauh ini pertumbuhan kelas menengah diakibatkan kenaikan pengeluaran semata, belum menggambarkan kelas menengah yang tangguh dan tahan banting. Gejolak ekonomi yang terjadi semisal kenaikan harga BBM, bisa jadi akan kembali menghempaskan mereka pada kelompok miskin.”

Kutipan diatas cukup memberi banyak informasi apa yang sebenarnya harus kita lakukan dalam melaksanakan pengentasan kemiskinan arahnya sudah jelas dan saya rasa program – program yang ada saat ini sudah mengarah kesana namun yang sekarang jadi kendala adalah pelaksanaannya, mekanismenya dan tujuan pastinya. Itu sebenarnya yang menjadi kendala utama yang terlihat jelas di permukaan. Ketika menganalisa data yang saya dapatkan saya mempunyai banyak pertanyaan dikepala saya, kenapa desa maju atau bahkan sangat maju bisa berada dibawah garis kemiskinan, kalo masalahnya infrastuktur seharusnya itu sudah teratasi karena mereka merupakan desa maju atau sangat maju. Bagaimana desa tertinggal atau sangat tertinggal bisa lepas dari garis kemiskinan apa yang membuat mereka berhasil. Jawabannya belum pasti karena saya baru menganalisa 2 data saja yaitu data angka kemiskinan dan data jenis desa. Lalu saya mulai berpikir bagaimana bila lebih banyak data lagi yang disinergikan misalnya profil desa, data penduduk desa, dan banyak data lainnya mungkin akan memberi jawaban yang lebih bisa digunakan untuk mengatasi masalah ini.lalu kendala – kendala dilapangan juga menjadi masalah utama yang terlihat sangat rentan dimana ketika pengelola daerah tidak mengambil kebijakan sesuai dengan prosedur yang seharusnya sehingga program tidak tepat sasaran. Di beberapa penganggaran program tidak terdapat penganggaran evaluasi dan monitoring padahal apa gunanya sebuah program di laksanakan bila tidak di evaluasi dan monitoring. Ini merupakan kutipan dari buku ikhtisar era baru dalam pengentasan kemiskinan di indonesia yang dicetak world bank pada november 2006, menurut saya ini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk evaluasi program pengentasan kemiskinan dikalsel :

Penentuan Target

Masalah

  • Penentuan target merupakan tantangan khusus di Indonesia. Dengan pengelompokan besar di sekitar garis kemiskinan, Indonesia punya sejumlah besar penduduk miskin yang masuk-keluar dari kemiskinan, serta kesenjangan (pendapatan) yang rendah. Hal ini menyulitkan identifikasi penduduk miskin, khususnya di daerah pedesaan.
  • Norma-norma budaya, yang mendorong sistem bagi rata manfaat program pada tingkat masyarakat, juga ikut memperlemah penentuan target.
  • Belum lama ini Indonesia telah menyusun daftar penentuan target terpadu untuk program Bantuan Langsung Tunai (UCT) , yang berdasarkan evaluasi, masih bisa diperbaiki.

Penyelesaian

  • Kembangkan lebih lanjut sistem penentuan target. Bangun sistem penargetan geografis maupun penargetan rumah tangga.
  • Variasikan jenis penargetan yang digunakan (tingkat masyarakat vs tingkat rumah tangga) menurut jenis program dan tingkat kemiskinan/ kesenjangan dalam kerangka khusus.
  • Libatkan komunitas ke dalam penargetan penduduk miskin untuk memanfaatkan informasi lokal dan memperbaiki efektivitas penargetan. Sosialisasikan kelompok sasaran dengan baik untuk mengurangi sistem bagi rata manfaat program.
  • Lakukan verifikasi, pemutakhiran dan penajaman database kemiskinan yang ada. Perlakukan database data tersebut sebagai daftar penduduk miskin organik.

Pengkajian dan Pemantauan Pengurangan Kemiskinan

Masalah

  • Untuk memantau kemajuan ke arah tujuan-tujuan pengentasan kemiskinan, perlu ada perbaikan dalam pengumpulan dan penggunaan data.

Penyelesaian

  • Perkuat pemantauan dan pengkajian program-program kemiskinan.
  • Gunakan secara lebih baik sumber data yang ada untuk memahami secara lebih baik kemiskinan dan dampak program.
  • Perkuat sistem-sistem, baik untuk memahami maupun untuk menganalisis kemiskinan dalam konteks desentralisasi
  • Gunakan peta-peta kemiskinan dalam penentuan sasaran program
  • Kaitkan temuan/hasil pemantauan secara lebih efektif dengan umpan balik kepada (dan rancangan) program- program sektoral, serta untuk digunakan oleh pemerintah daerah. Kembangkan pendekatan untuk memasukkan informasi yang dikumpulkan ke dalam rancangan program.

suatu hari saya duduk dan mendengarkan teman – teman saya berceloteh tentang kehidupan percintaan mereka. cukup lama saya duduk diam mendengarkan dari si a, si b hingga si c bercerita kami berempat menghabiskan waktu sore itu menikmati kopi dan obrolan ngalur ngidul ga jelas. ya yang pastinya berlanjut dengan obrolan seputar kehidupan percintaan sampai dengan urusan ranjang. si a sedang bermasalah dengan pasangannya mereka bertengkar hebat, hubungan mereka cukup lama. mungkin sedang titik jenuh pikir saya. lalu si b mulai berceloteh seharusnya begini dan seharusnya tidak begini si c ikut menimpali dengan pembuka kalimat “kalo gue sech….bla…bla….and its work kok”.saya hanya tersenyum mengdengarkan sambil sesekali meminum kopi saya. lalu si c bertanya kalo lo gimana… saya hanya menjawab “ya baik – baik aja namanya hub kadang berantem kadang akur”…. pendapat lo soal masalah a gimana…. ” a maunya gimana”… lah kok malah dibalikin… “kan a yang punya masalah”… lalu semua hening…

saya punya formulasi dalam hubungan saya yang masih trial error juga sech kadang bisa jalan dengan baik kadang berakhir dengan perang dingin atau perang mulut :) ). itu alasan saya tidak mengatakan kata “seharusnya” apa yang berjalan baik bagi saya belum tentu bisa berjalan baik bagi orang lain. saya dan pasangan menemukan yang namanya formulasi dari gabungan dua kimiawi otak kami yang berbeda ini. nah otak a dan pasangannya kan beda lagi tuh unsur kimiawinya jadi ga mungkin pake formulasi saya yang ada nanti malah bereaksi beda.

orang lain yang melihat hubungan saya dan pasangan akan berkata aneh… but we re happy with it… tapi kalo orang lain pake formulasi kami bisa jadi sech akur juga atau malah jadi ancur sama sekali.. saya tidak mengatakan berpendapat itu salah. tapi saya mengatakan bahwa tiap orang itu beda dan unik saat mereka membangun suatu hub keunikan itu bertambah. saya dengan formulasi hubungan saya itu terbentuk dari kimiawi otak saya dan pasangan. jadi saya ga bisa mengatakan bahwa seharusnya anda memakai formulasi saya agar anda berhasil. 3 tahun hubungan saya pun masih trial error terus berusaha memperbaiki yang ada. anda harus bisa menemukan formulasi anda sendiri. ya kalo kata pasangan saya hubungan itu kaya sekolah tanpa akhir terus belajar dan belajar terus berusaha dan mencari jalan keluar. memulai hubungan itu mudah membuatnya bertahan dalam kenyaman atau malah menciptakan kenyamanan yang lebih besar itu sangat sulit butuh kerjasama dan kerja keras.. apa anda dan pasangan mau itu saja pertanyaannya… masuklah ke laboratorium kalian dan buat formulasi kalian sendiri mungkin ada sedikit ledakan ada campuran yang salah how ever ini kan trial error….

internet fraud

internet fraud its not and intresting issue for me until i almost be fooled by one of them. i hope this link can help u to know more about it and this link below is must read link

Internet fraud – Wikipedia, the free encyclopedia

after u read it maybe u asking how to trace email ip this is the link use 

How to find the IP address of the email sender in Gmail, Yahoo mail, Hotmail, AOL, Outlook Express, etc.

and this is the link i use to trace the ip location

http://www.clientip.net/

u can also get some information in this site

Spam Scam Watch

so i hope its can help u a little i hope i can learn much about this thing adn sharing it with u

Kuatir

“sayang aq sakit” begitu tulisan smsnya. Seketika kepanikan merangkulku. Dia tidak pernah mengeluh aq sudah bersamanya selama lebih 2 tahun jarang sekali dia mengeluh. Seandainya saja aq berada disana… Telponku tidak diangkat, aq semakin panik… “sms aja aku ga sanggup angkat telepon” sedikit tenang tapi tetap penuh rasa kuatir. Aq ingin disana menggenggam tangannya memeluk dirinya berbisik akan cintaku menentramkan jiwanya. Terlintas dibenakku bagaimana bila dia tak ada. Rasanya sangat sedih bahkan dengan hanya memikirkannya. 2 tahun lebih kami jarang bertemu terakhir kami bertemu 6 bulan yang lalu sungguh aku merindukannya, merindukan panasnya di tengkukku hangat peluknya dan juga indah tawanya. Tuhan jaga dirinya. Tak sanggup rasanya kehilangan dia. Tiba tiba telepon berdering dia menelpon ” sayang dah enakan kok” sudah hampir jatuh air mataku tadi huff. Namun tak berselang setengah jam “sayang sakitnya nusuk lagi” “dokter?” “aku tahan dulu aja kalo ga sanggup kedokter. Tutup teleponnya ya aku ga tahan” … Sudah jam 1 malam sudah 4 jam dari terakhir kudengar kabarnya…

metamorfosis

Saya pernah mempertanyakan dulu ketika masih muda dan tidak megenal yang namanya jatuh hati atau crush atau apapun itu yang bersifat serius pada orang lain, kenapa orang harus bersama dengan orang lain nyusahin aja itu kata yang saya waktu itu. Semakin dewasa saya semakin sadar akan kebutuhan manusia sebagai mahluk individu akan sesosok orang disisinya. Kebutuhan untuk dicintai dan mencintai. Dimana – mana orang mencari pasangan, dijejaring sosial, biro jodoh, pinggir jalan, cafe sampe warteg bu warti sampe – sampe ga jarang si mba yang bantu bantu bu warti diwarteg ditanya dah punya pasangan belum atau sekedar di becandain yang sifatnya menggoda. Tidak sedikit orang yang merasa takut sendirian, merasa bahwa dunia akan kiamat kalo ditinggalkan, atau mungkin tidak akan jatuh hati lagi kalo sampai – sampai putus dengan pasangannya, ada juga yang rela jadi yang kedua asal dicintai atau sekedar punya pasangan, rela di duain asal ga sendirian, dan banyak kasus lagi. Intinya semua orang mau berpasangan mau ada seseorang disampingnya. Kalo ditanya kriterianya jawabannya asal setia,pengertian,lucu apa beberapa list berikut yang di masukan ketika mencari pasangan. Nah masalahnya setelah berpasangan mulai ada list – list tambahan, jangan bicarain soal itu aku ga suka, jangan ini jangan itu dan jangan – jangan lainnya yang waktu dulu sebelum berpasangan ga ada tuh. Lalu mulailah muncul “ketidak cocokan” dengan berjuta dalih saling menyalahkan. Saya pernah bertanya sama nenek saya “dulu nenek menikah dijodohkan ga aneh gitu ne, dengan orang asing yang kita juga ga tau karakternya?” nenek saya menjawab “ketika ikatan sudah ada kamu akan saling belajar membuatnya berjalan, sapa yang lebih bisa mengalah mengalahlah sapa yang yang tidak bisa mengalah belajar mengalahlah. Tidak ada jalan mundur yang ada jalan maju dan kita harus belajar membuat semua berjalan”. Mungkin nenek saya tidak punya pilihan karena pada jaman dulu perjodohan itu sudah seperti syarat mutlak yang tidak terbantahkan. Tapi sekarang kita semua bisa memilih, dan kebanyakan dari kita memilih pasangan kita sendiri. Saya rasa kita punya alasan ketika menyetujui untuk bisa bersama, tapi kadang baru kepentok masalah dikit dah mau putus mau pisah mau ini mau itu. Saya bertanya apa ini seperti orang lapar dengan meja penuh makanan dan orang lapar dengan hanya 1 pilihan. Mungkin nenek saya orang lapar dengan 1 pilihan dengan penuh syukur dan nikmat dia memakan apa yang dia terima tidak peduli enak apa tidak enak. Tapi saya, kita memiliki meja penuh makanan maka dengan serakah kita memilih mana yang paling enak menurut kita mana yang kelaitannya paling menarik kita cicip dulu lalu kalo ga enak kita cicip kesebelahnya dan ini berakhir ketika kita kekenyangan tak mampu lagi memakan apapun. Membayangkan hal itu tidak membuat saya merasa nyaman tapi malah merasa sedih, betapa kecil rasa syukur saya atas apa yang saya dapat. Usia hubungan Saya dan ebit masih balita saat itu ada masa – masa sangat menyakitkan bagi kami ada saat menyenangkan. Mengingat masa yang lampau kami sudah jauh dari titik itu. Kami sudah banyak berubah sebagian dari diri kami menjadi lebih baik sebagian menjadi lebih buruk. Pada satu waktu kami melakukan perjalanan menggunakan mobil hanya berdua kami bertemu teman teman lama saat kami belum bersama, mereka menceritakan masalah mereka bersama pasagannya dan mengeluhkan bagaimana mereka rasanya ingin berlari dari pasangannya. Saat kami pulang di mobil ebit memandang saya dan berkata “ saya bersyukur kita masih bersama dan melewati semua tanpa keributan berkepanjangan” saya tersenyum dan merasakan hal yang sama. 2 minggu setelah itu saya memutuskan ebit dan membangun kehidupan saya bersama orang lain yang saya kenal sejak 2 tahun yang lalu. Namun begitu kami masih bersama dan mensyukuri bahwa kami masih saling memiliki.“ini bukan sebuah perpisahan tapi metamorfosis” itu kalimat yang dia lontarkan. Nenek saya pernah mengatakan “setelah semakin tua percikan – percikan jatuh cinta yang ketika muda atau masa awal kamu rasakan akan hilang seiring waktu” dia benar percikan saya dan ebit menghilang namun kami masih memandang dengan teduh dan lembut, matanya semakin hari makin seperti mata saya begitu juga napasnya semakin seperti napas saya, saya dan dia tidak terpisahkan karena kami seperti melebur menjadi 1, tidak ada list list tambahan yang dilontarkan tidak mungkin saya menuntut diri saya sendiri, hanya saja saya tidak bisa meniduri diri saya sendiri. Saya butuh orang lain untuk saya tiduri. Diapun merasakan hal yang sama. Dia merasa tidak sanggup lagi masturbasi rasanya semakin flat, menyenangkan namun tetap flat dia butuh orang lain yang menidurinya bukan dirinya. Maka berakhirnya kami disini bukan karena kami tidak bersyukur karena atas makanan yang diberi tapi kami tidak bisa memakan diri kami sendiri atau meniduri diri kami. Kami tetap mahluk sosial yang butuh orang lain. “Im still inlove with u ebit like i love my self and i know u have the same feeling too” sore itu kata saya saat kami duduk dibangku cafe menikmati cappucino favoritnya dan hot chocolate kesukasaan saya, dia tersenyum menatap saya “i still glad to have u here” ucapnya lembut. kami menikmati sepanjang sore itu dengan tawa, canda dan cerita.

Fenomena mbl smk

Berbicara soal mobil esmeka yang mulai membanjiri media. Saya jadi berpikir apa ada tindak lanjut soal ini?. Mengapa pemerintah khususnya depdiknas tidak memberikan anak2 muda ini beasiswa untuk mendapatkan pendidikan terbaik dan meminta mereka untuk bekerja dengan pemerintah setelah mereka selesai buatlah syarat2 khusus yang akan memacu mereka berkarya. Pemerintah memang berperan aktif dengan membeli mobil tersebut tapi bukan itu intinya bukan mobilnya tapi kemampuan anak2 muda indonesia membuatnya diusia muda. Kalo saya punya banyak uang saya akan ikat kontrak mereka. Saya sekolahkan lalu mereka bekerja bersama saya. Bayangkan sekarang saja mereka mampu membangun mobil dengan usia dan pendidikan setingkat sma bagaimana kalo ilmunya lebih dalam
Mungkib kita ga perlu teknisi2 asing lagi yang katanya hebat itu. Indonesia negara yang luar biasa hanya saja mereka tidak percaya diri dan enggan merubah citra diri. Percaya pada anak2 bangsa yang ada, menempa mereka dan mendidik mereka dengan baik. Karena anak2 muda kita investasi dan aset yang berharga.

Complicated me

I just wanna to love u. That simply thing why so hard for you to understand. May be this is my fault cause cant be what u wanna. I just extra ordinary girl with complicated mind. Im sorry i just want to be me. May be i just a little girl with imaginary friend. That love a fairytale story. Feeling save in a hug. Always waiting for a good nite and morning kiss. Just a girl that love to be hiding. And always be scare when have to face the world.may be i just a little girl that not fit with your world. I just me just a little girl with a little world

  • Apa rasanya menjadi seorang wanita yang mencintai wanita lain ?

Rasanya seperti anda mencintai seseorang saya juga merasakan hal yang sama

  • Apa sex bersama wanita lebih enak daripada pria ?

Sex dengan jenis kelamin apapun sama enaknya selama anda mencintai mereka itu menurut saya

  • Kenapa saya lebih memilih pria dari pada wanita ?

Apa anda pernah memilih, apa rasa suka dan sayang itu sebuah pilihan . Kalo memang pilihan kenapa tidak memilih yang lebih dalam segala hal ,kenapa memilih pasangan anda dengan kekurangan yang kadang membuat anda kesal

  • Apa sex penting bagi saya ?

Sex itu pelengkap jadi inti utamanya bukan sex. Kalo Cuma butuh sex kenapa terjun kedalam sebuah hubungan yang mengikat 

  • Apa saya tidak ingin mencoba dengan pria ?

Saya mencintai karena karakter pria dan wanita sama saja walau secara fisik saya lebih tertarik dengan wanita tapi saya tidak menutup kemungkinan tentang pria karena we not god.

  • Apa yang saya jalani sudah benar?

Benar atau salah itu adalah bentukan lingkungan dan masyarakat sekitar sehingga bukan saya yang patut menjawabnya. Bagaimana jika anda yang menjawabnya . Karena kalo anda bertanya dengan saya maka pembelaan saya adalah saya manusia biasa seperti anda yang ingin dicintai dan mencintai hanya saja saya mencintai orang yang berkelamin sama dengan saya.

  • Apa mungkin suatu hari nanti saya menikah dengan seorang pria ?

Mungkin saja, pernikahan itu tak selalu soal cinta tapi soal pilihan yang diiringi banyak alasan.

  • Apa saya ingin berkeluarga ?

Pastinya ingin, sapa yang tidak ingin hidup stabil dengan pasangan dan anak. Tapi permasalahannya dengan sapa saya berkeluarga. Mungkin pilihan saya belum tentu diterima secara sosial masyarakat.

  • Dengan pria atau wanita ?

Dengan sapa saya mampu hidup .

  • Apa saya abnormal ?

Tolong jabarkan kepada saya arti kata normal .

Pagi ini saya membaca sebuah artikel disalah satu media lokal setempat. Artikel ini membahas konflik agama yang terjadi lebih spesifiknya artikel ini ditulis karena adanya konflik agama yang terjadi dijawa timur antara 2 aliran agama islam yang ada. Diakhir penulisan sipenulis mengatakan bahwa satu-satunya yang diuntungkan dari keadaan ini adalah kaum atheis. Karena banyak yang memilih menjadi atheis karena mereka mengalami sendiri kekerasan yang didasari alasan agama. 😊 mungkin benar perkataan si penulis tadi. Tapi saya lebih suka melihat ini dari sisi dalam saja. Saya seorang muslim yang tidak cukup taat berpasangan dengan seorang kristen yang lebih taat dari saya, pasangan saya mempercayai bahwa saya akan tidak patut masuk surga karena agama yang saya anut tidaklah benar dan penuh kekerasan. Pasangan saya salah satu korban kekerasan agama. Ayahnya yang beragama muslim sama seperti saya sering memukulinya dan meninggalkan keluarganya diusia dia yang masih sangat belia. Sedang saya memiliki keyakinan yang berbeda dan memandang dengan cara yang berbeda dari diri dia walaupun di keluarga saya, saya dididik secara tidak sengaja memusuhi agama lain. Kami sudah 3 tahun berpasangan walau dia masih dengan pandangan yang sama walau begitu pandangannya akan muslim berubah bahkan sangat berubah dia tidak lagi mengatakan agama saya agama yang penuh kekerasan. Bahkan dia mengatakan agama yang saya anut ternyata sangat lembut. Saya percaya agama adalah tuntunan hidup dan itu adalah citra diri. Saya bukan penganut yang taat hanya hanya memegang 1 kalimat dalam al-quran dalam menjalani keseharian saya, dan berusaha mengingat kalimat ini dalam keadaan apapun walau sebagai manusia sering sekali saya lupa akan kalimat ini. Kalimat ini adalah pembuka dan kalimat ini selalu diucapkan oleh penganut agama saya dalam memulai apapun. Didalamnya mempunyai arti yang dalam bagi saya. Dengan nama Allah SWT yang maha pengasih lagi maha penyayang. Kasih dan sayang dengan kata itu kita memulai. Bila saja Allah SWT yang maha benar mampu menyayangi ciptaannya dengan sangat lembut tanpa penghakiman selain daripada hari perhitungan mengapa kita tidak. Dia memberikan kesempatan bagi penganutnya untuk bertobat dan memperbaiki diri, untuk belajar dan melihat mengapa kita tidak. Tidak ada yang paling tau kebenaran selain Allah SWT lalu mengapa kita merasa kita yang paling benar. Tidak ada yang lebih berhak menghakimi selain Allah SWT lalu mengapa kita selalu menghakimi yang kita sendiri tidak tahu kebenaran dibalik semua itu. Saya bukan penganut yang taat tapi saya mempercayai 1 kalimat didalam Al-quran dan saya percaya bila saja muhasabah itu dilakukan bila saja nama Allah SWT diserukan maka tidaklah perlu ada kekerasan selain membela sesama dan diri sendiri dalam keadaan terpojok. Karena bila saya tidak salah dalam berpikir pencipta kita sama dengan nama apapun yang anda sebutkan.bila di Al-quran dikatakan ada DzatNya dalam tiap manusia maka ada DzatNya dalam tiap diri kita sapapun kita apapun agama kita. Tapi kembali lagi sapa saya, saya bukan penganut yang taat saya hanya manusia biasa tang diliputi kekurangan.

Sex

Sex menjadi kebutuhan mendasar manusia sejak manusia diciptakan. Namun begitu saya tidak setuju ini menjadi kebutuhan yang primer. We not died because no sex at all. Tapi tidak menutupi kadang dari banyak pihak ini bisa menjadi alasan mendasar berpaling dari pasangannya. Saya pernah dipertanyakan soal hal yang 1 ini jawaban saya cukup simple ” my patner more worth than that”. I have 2 patner that doesnt want to have sex with me do that problem, not at all. We re happy, not meaning im frigid loh. Saya punya hasrat yang besar tapi saya punya kasih yang lebih besar😍. Jadi saya rasa when we talk about sex bagi saya itu adalah komunikasi paling alami dan mendasar dari dua individu yang memiliki kasih. So tidak harus dalam bentuk making love bahkan tatapanpun bisa menjadi sex yang kuat. Mungkin maka itu ada kalimat i can orgsm just by seeing ur eyes. Jambu banget mungkin kedengarannya but after all we need place to go home not just hole to throw all.

Tag Cloud

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.